Selasa, 12 Agustus 2008

PUISI


Makna Sebuah Titipan
(WAHYU HIDAYAT)
Sering kali aku berkata, ketika orang memuji milikku,bahwa :sesungguhnya ini hanya titipan,bahwa mobilku hanya titipan Allahbahwa rumahku hanya titipan Nya,bahwa hartaku hanya titipan Nya,bahwa putraku hanya titipan Nya,tetapi, mengapa aku tak pernah bertanya,mengapa Dia menitipkan padaku?Untuk apa Dia menitipkan ini pada ku?Dan kalau bukan milikku, apa yang harus kulakukan untuk milik Nya ini?Adakah aku memiliki hak atas sesuatu yang bukan milikku?Mengapa hatiku justru terasa berat, ketika titipan itudiminta kembali oleh-Nya?Ketika diminta kembali, kusebut itu sebagai musibahkusebut itu sebagai ujian, kusebut itu sebagai petaka,kusebut dengan panggilan apa saja untuk melukiskanbahwa itu adalah derita.Ketika aku berdoa, kuminta titipan yang cocok dengan hawa nafsuku, aku ingin lebih banyak harta, ingin lebih banyak mobil, lebih banyak popularitas, dan kutolak sakit, kutolak kemiskinan, seolah semua "derita" adalah hukuman bagiku.Seolah keadilan dan kasih Nya harus berjalan sepertimatematika: aku rajin beribadah, maka selayaknyalah derita menjauh dariku, dan nikmat dunia kerap menghampiriku. Kuperlakukan Dia seolah mitra dagang, dan bukan kekasih. Kuminta Dia membalas "perlakuan baikku", dan menolak keputusanNya yang tak sesuai keinginanku, Gusti, padahal tiap hari kuucapkan, hidup dan matiku hanyalah untuk beribadah..."ketika langit dan bumi bersatu, bencana dan keberuntungan sama saja"

puisi


Children
(WAHYU HIDAYAT)
.
Your children are not your children.
They are the sons and daughters of Life’s longing for itself.
They come through you but not from you,And though they are with you yet they belong not to you.
You may give them your love but not your thoughts,For they have their own thoughts.
You may house their bodies but not their souls,For their souls dwell in the house of tomorrow,Which you cannot visit, not even in your dreams.
You may strive to be like them, but seek not to make them like you.
For life goes not backward nor tarries with yesterday.
You are the bows from which your children as living arrows are sent forth.
The archer sees the mark upon the path of the infinite,And He bends you with His might that His arrows may go swift and far.
Let your bending in the archer’s hand be for gladness;For even as He loves the arrow that flies, so He loves alsoThe bow that is stable.


Blogspot Template by Isnaini Dot Com Powered by Blogger and Local Jobs